Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 29, 2008

PUISI YANG MENUNGGU

Akulah itu
selembar puisi yg menunggu
ditumpukan kata-kata baru
seperti pintamu
sebab kau menghitung ragu

Akulah itu
Selembar puisi yang termangu
dihimpitan hari-hari baru
seperti gagu
menaksir keputusanmu

Akulah itu
selembar puisi usang yg membatu.

Medan, 28 April 2005

Rabu, Mei 28, 2008

SAJAK HUJAN

Kepada : Tuahta Arif

turunlah atas nama cinta
atas nama jiwa
menderaslah disembarang cuaca
disembarang musim
sebab disini kami tetap merindu suara rintikmu
seperti dulu
ketika malam mulai tumbuh
dan tubuh-tubuh mulai lusuh
kau selalu datang membasuh.

Medan 2005

Minggu, Mei 25, 2008

KUPUKUPU BERSAYAP PELANGI

Karya : Eddy Siswanto

kupukupu bersayap pelangi
tersesat di kamar mandi
antara sikat gigi dan sabun cuci
mencari jalan kembali

kunyalakan sebatang lilin untuknya
kuharap cahaya menuntun terbangnya

kupukupu bersayap pelangi
mengajakku menari-nari
dan ketika matanya mengerjap
semua menjadi gelap

aku tersesat di hutan kupukupu
tak tau jalan kembali

Medan, 2002

DUKA IBU

Karya : Eddy Siswanto

Kali ini tak mampu kau redam gelisah, ibu
telah kurasakan debar yang menggempa
meruntuhkan tiang-tiang ketegaranmu

Kali ini tak dapat kau sembunyikan tangis, ibu
Telah ku saksikan air mata yang menggelombang
menghantam tebing-tebing pipimu

Tapi dusta apa yang masih kau pendam
Hingga duka tak henti merajam,
Ibu.

Medan, Februari 2005

Sabtu, April 26, 2008

PERCAKAPAN KITA

: Kantin TBSU

percakapan kita
yang selalu tentang cahaya
tumbuh di antara puntung rokok
dan gelas kopi
kini menjalar ke kolong meja
menjerat ribuan kunangkunang
di sana

percakapan kita
yang selalu tentang cahaya
selalu mekar di ruang-ruang
tanpa cahaya

Medan, 2002

PUISI JUGA

MENUNGGU

Sehelai daun kuning
menggeletar di ranting kering

:angin masih diam.

Medan, 2001


KARENA KAU LAUT

karena kau laut
aku gelombang
badai nyelinap
di peraduan

Medan, 2001


HENING

aku
menyelam
kalam
dalam
dalam
..........
lam
!

Medan 2001

NEGERI YANG MENYIMPAN MALAM

Karya : Eddy Siswanto

Kau masih kukuh menyimpan malam
meski pagi mengucap salam

padahal malam selalu menyulam kelam
selalu mendulang bayang-bayang

:kau masih juga kukuh menyimpan malam
meski luka dan airmata mengabarkan kekalahan

Medan, akhir 2004

MASIH JUGA TAK KAU KENALI AKU

Karya : Eddy Siswanto

Masih juga tak kau kenali aku..???
Akulah jaga dalam tidurmu
Akulah riuh dalam sepimu
Akulah gerak dalam diammu

melunaskan perjanjian
menuntaskan kerinduan
memusnahkan keraguan

Akulah waktu
yang sampai kepadamu
hari ini bernama gelombang
kemarin bernama api, pernah juga air
tapi selalu bernama cinta

Masih juga tak kau kenali aku..???

Medan, Februari 2005

KEKASIH LANGIT

:Para Syuhada
Karya Eddy Siswanto


setelah pertunangan itu :
langit adalah kekasih yang menunggu
peduli menyimpan semua catatan tentangmu

tentang perjalanan dan perhentian
tentang pertemuan dan bukan pertemuan
tentang permulaan dan penghabisan

Langit adalah kekasih yang setia
sabar menenun saat-saat bersua
dan ketika rindu menderu
bayang-bayang memburu
waktu pun menyeru

" hei, telah tiba saat bertemu..!! "

detik –detik selanjutnya, adalah bidadari bersayap gelombang
menuntunmu menuju pertemuan yang abadi.

Medan, Januari 2005